Manajemen Risiko di Era Pandemi

Minggu kemarin saya diskusi dengan sebuah tim Manajemen Risiko sebuah perusahaan Tbk. di Jakarta yang sebelumnya saya dan Veda Praxis bantu lakukan implementasi ERM (Enterprise Risk Management). Tentunya diskusi dilakukan melalui video conferencing. Menarik sekali diskusinya, karena tetiba manajemen risiko makin terasa pentingnya pada kala pandemi ini, sementara tim tersebut belum dapat menentukan apa yang perlu dilakukan.

Ketidakjelasan kondisi yang didorong oleh faktor eksternal dari ancaman virus yang berdampak kepada pembatasan pergerakan manusia oleh pemerintah dan juga berdampak kepada ekonomi, tentunya berpengaruh ke perusahaan, oleh karena itulah manajemen risiko harus dapat bekerja ekstra.

Seperti video dan artikel yang pernah viral beberapa waktu kemarin ini mengenai the hammer and the dance, pemerintah akan melakukan “buka-tutup” keran kegiatan ekonomi yang pastinya berdampak kepada ekonomi perusahaan. Perusahaan akan membuat keputusan yang lebih cepat dari kondisi normal seperti: pendekatan kerja yang akan digunakan, tools, kapan harus mulai kembali ke kantor (Work From Office – WFO), perubahan strategi bisnis, hingga keputusan pengurangan sallary atau bahkan hingga pengurangan karyawan (PHK).

Setiap keputusan tersebut sangat tergantung dengan kondisi baik internal dan external, dan peta kondisi inilah yang bisa di sediakan dengan baik oleh manajemen risiko. Jika sebelum pandemi, manajemen risiko melakukan analisis secara bulanan, maka mungkin pada saat pandemi ini kebutuhannya akan menjadi mingguan atau bahkan harian.

Maka saya selalu berpesan kepada rekan-rekan yang menjalankan fungsi top management, dan fungsi-fungsi terkait GRC (Governance, Risk, and Compliance) untuk mulai menutup segala rencana yang pernah dipikirkan dan diputuskan pada tahun kemarin, dan memulai melihat kondisi saat ini. Karena kondisi ini sangat tidak normal dan semua informasi dan data yang kita gunakan dalam perencanaan tahun kemarin sudah sangat berubah.

Bahkan bicara top risk atau key risk indicator pada masa pandemi ini harus dapat kita lihat kembali, karena rasanya sudah akan sangat berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s